Mata Pantai

pantai-pantai begitu lirih pertama kali berkenalan, dia diam bahagia sendiri dengan gerak ikan-ikan sibuk bersama kawanan angin tak mengacuhkan pendatang pantai-pantai begitu sunyi hitam menghampar biru mengambang kali kedua bertemu, dia begitu angkuh kami memang tak saling kenal tapi, mengapa aku selalu rindu? pantai-pantai menjerat mata selalu memanggil untuk datang kembali di antara terik dan…

Rumah Kaca

aku pergi lagi meninggalkan puncak gedung kota-kota penuh air suara bising menenggelamkan kenangan kepergian kali ini membawa duka aku dan kepala yang lain melangkah diiringi dengung telepon kabar keluarga yang tak pernah sampai hanya suara berisik entah kehilangan sinyal atau pulsa terbatas aku dan mereka meninggalkan koper tanda kenangan dan jejak busana musik jazz mengalun…

Generasi C

dikatakan dekat padahal ruang rapat penuh sinyal mereka duduk menunduk tekun dengan segala aplikasi juga pesanan makanan yang datang beberapa menit lalu suara-suara mengalir jernih daftar lagu tak pernah memutar ulang dirinya sendiri juga berita langsung dikirimkan satelit di luar hujan telah berubah warna hijau bercampur gerakan hidup sehat setiap anak memiliki kapsul waktu kepunyaan…

Kelenjar Nira

selepas matahari terbit kami berbondong-bondong menuju setapak jalan ada segaris cahaya kebahagiaan yang mengukir wajah di depan sana kami memeriksa setiap pokok rasa senang memeluk diri kaki-kaki menjejak bambu titian menampung curahan manis bumi inilah bagian dari kisah leluhur perempuan yang memberikan raga untuk keluarga dan bersedia mengorbankan seluruh bagian tubuh setiap pagi dan sore…

Lipatan Kemeja Milik Sa

sa, aku menuliskan ini untukmu kesabaran daun-daun saat meranggaskan sebagian napas kudendangkan kisah kepergian seorang laki-laki malam-malam wajahnya tidak lagi kutemui tersisa rayuan tentang meja makan dan undangan berlibur sa, tentu saja namamu kudengung-dengungkan sebab pesan singkatmu menjadikan aku terkesima suara dan wajah kurekam dan kuputar-putar malam berikutnya tak ada kisah baru darimu purnama hanya…

Pagi Kita

akhir desember tiba juga hujan serupa hiasan mata dan denyar tahun baru menjadi cemas yang nyata ada apa tahun depan deret cemara semakin berkurang jalanan dipenuhi orang-orang berkepala batu semakin khawatir tawa mereka palsu sebuah kotak kelam tersimpan di pikiran barangkali itu ketakutan yang menebal atau laci tempat bersemayam rasa bahagia ke mana embus angin…

Tenung Cahaya

cahaya hadir dalam dirimu tak bisa disembunyikan sunyi membatasi jagat desah napas lama-lama jadi dinding nubuat kelopak malam menggulung setiap mimpi jajaran lelaki serupa tubuh perempuan terhalang bayangan angin menjelma sumber lalu suara mengiringkan rindu asmara tak henti-henti memenuhi hati menempa diri menunjuk inti masih ada yang disembunyikan mantra lesap lepas ke arah bibirmu!  …

Putaran

riwayat lahir di dinding menjumpai setiap wajah raut yang selalu berubah berusaha mencari rasa beberapa terjerat mimpi yang ditawarkan gumam lainnya berlari cepat tak ingin menyelesaikan waktu kunjung nama-nama mengingatkan kenangan yang buram dan berlapis gula rasanya ingin segera sampai agar segala ketakutan berhenti angin mengenalkan rasa dingin juga hangat sinar matahari berhentilah memaksa sebab…

Dalam Redup Doa

masih ada harapan bayang-bayang meninggalkan tuannya barangkali mencari takdir sendiri hanya tersisa gerak bibir mengeja nama tawa masih menerangi redup kasih alur cerita tak berubah dari hilir segala yang pernah terjadi dituliskan setiap hari melebihi mimpi hujan hanya lewat menguraikan kenangan dalam pikiran menunggu jam berdentang atau musim reda kepastian yang ragu akan terjadi hanya…

Ramalan

kilau matamu menceritakan kisah itu para penambang mimpi yang jatuh ke dasar tidur abadi tepukan di pundak menyadarkan kisah lelatu bunga api yang muncul setiap engkau tersenyum tak akan ada hujan setelah percakapan suara bungkam dan panorama hanya tersisa satu kedipan mata jangan dulu melangkah selesaikan alur yang kau buat tak baik menyisakan aba-aba untuk…

Tugas Hari Ini

aku akan menetap di bumi menanggalkan sayap-sayap menjelma rasa cinta setiap manusia adalah aku kecuali, mereka yang tak punya kasih sulit berkorban dari rasa kepemilikan saat menatapku kamu akan berdenyar pipi semerah kersen rela memberikan apa saja lakukan sesuatu agar gerak awan-awan tak memaksaku lekas pulang jangan diam saja atau tugasku benar-benar diselesaikan SudutBumi, 2015…