Lembah Kunang-kunang

1. Nyanyian Alam di Suatu Sore
Sebuah perjalanan. Keberangkatan yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Kepergian selalu dimulai petang hari. Tepat ketika matahari memutuskan diri untuk pulang setelah seharian menyinari bumi purba. Tak banyak perbekalan, tas punggung berwarna senja hanya berisikan sebotol air dan satu buah apel segar. Tak ada lagi yang dibawa selain satu senter kecil, korek api, sebuah peta lusuh, dan sebuah syal berwarna putih.
Seperti apakah perjalanan kali ini, tak ingin menduga-duga memikirkan suatu hal yang berada di luar jangkauan. Langkah pasti menjejakkan kaki di tanah-tanah tak bernama. Sepatu hitam setia menemani, langkah yang tak pernah mengenal lelah. Hitam yang mulai memudar. Terlihat beberapa jahitan koyak, mulai tak sempurna. Baca kisah lengkapnya….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s