Punggur Cemara

tanah pemakaman
tempat jasad terbaring
dan rongga tibatiba nganga
jajar pohonan tak lagi ciptakan bayangan
tak ada lagi gemuruh angin
datang dan memecah sunyi waktu

tanpa gemuruh semua semakin sunyi
jarumjarum cemara tercecer di tanah merah

tanpa angin senyap memandu setiap pejalan
bagai tanpa waktu
sebab jajar cemara habis sudah

tinggal tunggul
mencecap kening peziarah

SudutBumi, 15 Februari 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s