Aroma Hujan

sampai juga aroma ini
khas langit mendung
suara rincik air

siangku jadi milik hujan
yang menari di atas atap
kuhendaki semuanya
seperti rutinitas kantor
kurasakan semuanya
seperti rangkaian yang jatuh
ke tanah

bersamaku
dengarkan lirih senandung
datang dari langit
menjemput tanah yang selalu
bersetia

di manakah ujung hentimu
ketika telingaku masih merindukan
suaramu

di belakang punggungku
orangorang membicarakanmu
yang membasahkan jemuran
yang melicinkan jalan tol
semua membicarakanmu

aroma ini ingin kumiliki
setiap hari
ketika garam laut mengumpulkan kerinduan
tentang anginmu
tentang kisah yang kau bawa

tinggallah bersamaku
di sini
sampai matahari menjemputmu
karena kau tak mampu menahan
kepergian seseorang
yang selalu hadirkan aroma tanah basah
tinggallah bersamaku

menghirup tanah basah

SudutBumi, 3 Maret 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s