Ultimus, Pagi Hari

hanya canda burung gereja yang kucermati
juga pohonan bisu, bergerak dalam sunyi jalanan

aku masih di sini
sebuah pintu menemani sendiriku
dan langit terhalang rimbun angin

apa yang mesti kupikirkan
sementara wajah waktu terus menggerus pagi
mencarimu tentu saja
bukubuku itu tercecer di meja
bercampur gelas dan botolbotol
menyisakan aroma jaketmu

hanya kepergian burung gereja
kepak sayap buyarkan lamunan
aku pun gegas membuka gerbang
dan menguncinya kembali
seolah melupa
bahwa malam telah diseduh
rupa baru

SudutBumi, 3 Maret 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s