Lagu Maaf

untuk segala yang terlambat
kedatangan dan kepergian
segala yang menjalin kelindan
dalam diri

seteru diikat

maka datanglah padaku dengan cinta
harap yang begitu samar
sedang langkah
masih dipenjarakan angkuh rasa

datanglah padaku
tersebab segenggam rindu
masih saja menggelagak
mengaliri jiwa yang haus

menuai pelita

SudutBumi, 20 Juli 2008

One Comment Add yours

  1. Tan Malaka says:

    Rintihan Malam

    telah sepuluh kaleng kuteguk bir malam ini
    namun bayangmu tak hadir
    pada gemerlap lampu diskotik.
    lalu aku berlari mengejar malam
    dan berujung pada deret kepahitan.
    ibu tua yang menjinjing bakul sayur,
    anak kecil tertidur di jalan,
    dan aku masih terhanyut mimpi-mimpi.

    aku menjerit, hanya bergema di sudut kamarmu
    sedangkan kau tertidur pulas
    sebab sesuatu yang membebani pundakmu
    telah tercampak di selokan.
    seperti aku malam ini,
    setelah sepuluh kaleng bir terteguk
    aku terbaring di selokan
    depan rumahmu

    maka, seperti katamu, rinduku menggelegak
    mengetuk pintu, mengintip di celah kamarmu
    tapi kau tertidur pulas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s