Kepulanganku Diantar Senja

aku dibebat tanah asing
aroma kota dan desa membaur dalam cakrawala yang sama
sebuah perbatasan menjadikan penciumanku hilang peka
di mana kau,
kekasih yang mengantar hingga gerbang
masihkah aroma tubuh melekat di dada yang sedikit guncang karena amarah

kakiku tak dapat melangkah
tersebab kenangan mengunci rapat setiap jarak yang telah dilewati
jalinan akar pohonan membatu diseduh lembayung senja

kau tak dapat lagi kurengkuh
karena segalanya telah disalibkan
bersama kemesraan yang kian menghilang
lalu bertumbuhan kelopakkelopak tanda usia
di sekujur nadiku

tubuh ini sakit
sementara kau terus mengoyak jalinan rambutrambut masaiku
mengunci mati sisa napas
lihatlah segalanya telah padam

semoga saja kau tak jadi buta

Sudutbumi, 22 Oktober 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s