Pelangi dan Bidadari

on

Aldin tengah berjalan-jalan melintasi hutan. Rumahnya terletak di pinggir desa yang berbatasan dengan sungai. Setiap jengkal tanah yang basah dijejaki dengan cermat. Di tengah hutan Aldin bertemu seekor kupu-kupu yang sangat cantik. Sayap kupu-kupu itu sangat indah dengan warna-warni yang sedap dipandang mata. Aldin mengamati kupu-kupu yang terbang rendah itu. Tanpa disadarinya Aldin mengikuti ke mana kupu-kupu itu terbang.
“Kenapa kamu mengukutiku terus?” tanya kupu-kupu itu dengan memamerkan sayapnya yang indah.
“Aku tidak bermaksud mengikutimu, hanya saja sayapmu yang indah itu sangat memukau pandanganku. Aku Aldin, siapa namamu?” Aldin memperkenalkan diri.
“Aku Puku,” Kupu-kupu itu menjawab singkat.
Aldin dan Puku berjalan beriringan, sesekali angin datang membuat Aldin kedinginan.
“Puku mau ke mana?” tanya Aldin sambil melintasi genangan air yang keruh akibat hujan sore itu.
“Puku mau bertemu Bidadari. Sore ini Bidadari akan datang, mungkin ada di pinggiran sungai sebelah barat.”
Aldin pernah bertemu Bidadari dalam mimpinya. Ia ingin sekali bertemu dalam dunia nyata mungkin ini waktu yang tepat untuk berjumpa dengan Bidadari.
“Aldin boleh ikut?”
“Boleh saja, tapi kita harus segera sampai di sana.” Puku mulai terbang lebih tinggi.
“Kalau begitu Aldin lari saja?”
“Hati-hati, tanahnya licin. Sebaiknya kamu jalan saja Puku akan menemani langkahmu dari udara,” Puku memberikan saran.
Mereka berdua segera menuju barat. Beberapa kali Aldin terpeleset. Puku melihatnya dengan rasa was-was tapi ia tidak dapat berbuat apa-apa. Seandainya saja Puku dapat membawa Aldin terbang, pasti Puku mengangkasa bersama Aldin. Akhirnya mereka sampai juga di barat.
“Lihat! di sana pasti ada Bidadari.” Puku menunjuk ke atas.
Aldin segera melihat ke atas dan memandang barisan pelangi yang tengah menikmati matahari sore.
“Pelangi? Puku kamu tidak salah?” Aldin keheranan.
“Iya benar, mari kita ke atas?” Puku mengajak Aldin.
Ragu-ragu Aldin berjalan menaiki pelangi. Baru pertama ini Aldin berjalan di atas pelangi yang begitu empuk. Warna pelangi sangat indah, sama dengan warna sayap Puku. Ada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna yang hanya dimiliki pelangi dan Puku. Semakin ke atas angin terasa semakin besar, tetapi karena matahari masih bersinar Aldin dan Puku tidak merasakan kedinginan.
Sampai di puncak pelangi, Aldin dan Puku berhenti. Ada cahaya yang silau menerpa mata mereka.
“Lihat! Bidadari… Bidadari!” Puku berteriak kegirangan.
Aldin masih belum percaya dirinya dapat bertemu Bidadari. Begitu cantik dengan pakaian serba putih, sayap yang warnanya sama dengan warna sayap Puku. Bidadari itu tersenyum manis kepada Aldin dan Puku. Mereka bertiga bermain-main dengan riang gembira, bersenandung, dan bercerita. Waktu cepat berlalu sehingga Bidadari itu harus pulang.
“Di mana rumah Bidadari itu?” tanya Aldin kepada Puku ketika mereka berjalan pulang.
“Jauh, sangat jauh sekali. Di sana, di kerajaan langit,” jawab Puku sambil menunjuk ke angkasa yang mulai gelap karena malam datang.
“Puku kamu tahu tidak kapan Bidadari itu datang lagi dan bermain-main dengan kita?” Aldin bertanya dengan wajah sedih. Sebenarnya Aldin masih ingin bermain bersama Bidadari.
“Bidadari itu akan datang jika hujan turun.” Puku menjawab dan segera berpisah karena hari semakin gelap.
Keesokkan harinya hujan turun. Aldin senang sekali dan membayangkan akan segera bertemu Bidadari. Sore hari akhirnya hujan reda, ditunggunya pelangi yang tak kunjung menampakkan warna di langit. Lama menunggu, tiba-tiba halilintar membuyarkan lamunan Aldin tentang pertemuannya dengan bidadari. Tak lama hujan deras datang dan mengecewakan keinginan Aldin. Ternyata pelangi tak merona di langit sore ini dan Bidadari yang Aldin nantikan tak kunjung datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s