Perempuan di Tepi Jendela

on

[1]

sejak kapan
perempuan jadi perona
membuat warna hati berlainan

kau merangkum seluruh kisah
jadi segenggam rindu
lalu kau bawa pergi

berlari ke laut
menyisir setiap bayang matahari

[2]

sampai hari ini, kau tetap membeku
jadi kawanan gerimis
yang tajam
tak mau diam
berseliweran
bersama angin yang tetap bersetia

bukankah ia lelaki?
ahhh kau, tetap membatu

[3]
“apa yang hendak kau lukis sekarang?”
warna pelangi atau rimbun hijau hatimu

SudutBumi, 03 Juli 2009
buat kawan Risma Dewi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s