Kemarau Tiba, Kulitku Robek Karenanya

dingin mencatat di pagi lunta
berapa lagi selimut harus dipesan
agar mimpi tak jadi usang

datang juga kemarau
memerahkan kulit
menjadikan gatagatal

seumpama kata
tak mau diam
terus saja mengumpat

seolah tanah rekah
retak di sanasini
tak menghasilkan apapun
hanya angin
mencoba merapatkan kenangan

SudutBumi, 14 Juli 2009

One Comment Add yours

  1. da2ngkusnandar says:

    pasti kemarau pergi berganti
    kulitmu tak terkupas lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s