Deret Purnama

1. ketika cahaya mengajak terbang
dan pintu diketuk

kamu menanyakan sebuah perayaan di hari sabat
tentang jamuan hingga kursi yang bergatungan di leher
bertanya dalam bisik, benarkah purnama akan muncul

di ruang dansa
ingarbingar bersatu dalam damai
percik cahaya itu mengenai gaunmu yang senja

sesaat tak ada suara
semuanya tenggelam dalam ketukan pintu
bayang dirimu menjadi beku

2. terbang menuju langit
mencoba menghitung bintang

beberapa kali kamu menoleh
aku tahu apa yang ada di hatimu
sebab berkalikali aku jatuh
pada mata perak itu

lihat!
aku yakin kamu takkan berhasil menghimpun seluruhnya
gagal
karena selalu terpesona pada bayangbayang matahari

3. berhentilah berlari, tutup mata kamu
dan berdoalah

ini bukan gerhana
hanya purnama yang ganas
memesona setiap mata

segera masuk kamar
kamu akan lebih asyik jika mengintipnya

SudutBumi, 15 Juli 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s