Di Ruang Tamu, Kau Merenungi Cahaya Bulan

kau berteriak memaki ayah
seorang pemabuk yang berhasil meluluhkan hati ibumu
tak henti pandanganmu menyisir jarak
memastikan bahwa dahulu adalah kenangan
yang selalu diulang sang ibu

kau bersetia pada sofa itu
membaca majalah
memastikan masa depan
dan memandangi mainan gelas milik kakakmu
kau benarbenar tak paham
apa yang akan terjadi esok

aku yakin, kau bosan dengan semua rutinitas
bekerja, menonton bioskop, bahkan tidur
karena tak ada lagi jam malam bagimu

seluruhnya adalah kebekuan
seperti katakata yang kau tulis dalam kertas
di atas mesin tik
terkadang kau berhalusinasi
ombak, sepatu, demonstrasi
juga sisa rambut yang habis kau pangkas

di ruang tamu, tibatiba listrik padam
kau menikmati temaram malam
ditemani celoteh ibu juga tangis kaka yang bisu

tak ada lagi hening malam
bahkan saat menatap bulan di pelesapan hari

SudutBumi, 17 Juli 2009
bagiku ini kemenangan buat semmy ikra anggara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s