Bertukar Musim

rasakan senyumku
ketika musim bunga kau kirim
dan beranda tempatku jadi serbawangi

“apakah di sana hujan?”

aku masih saja cemburu pada awanawan itu
masih saja cemberut pada kawanan burung yang terbang

“baju-baju basah semua…
karena hujan
air mata”

dengarlah gemuruh itu
disampaikan langit
menuju tempatmu

sudah berapa kali kau kirimkan musim yang ituitu juga
berandaku saat ini banjir katakata
tak ada lagi yang bisa diungkap
segalanya telah habis

kau masih saja berdiam
memetik keresahan
menunggu bertukarnya musim

SudutBumi, 21 November 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s