Masih Ingin Bercakap

aku masih ingin bercakap, denganmu
membicarakan hujan yang tak reda juga
padahal kita harus bergegas mengunjungi rumah ibu
ibu yang telah lama pergi
meninggalkanmu semenjak kelas dua sd
ketika itu usiamu delapan tahun
seharusnya hujan reda
sedari tadi
agar ziarah kita tak campur kesedihan air hujan
sebagaimana kamu
yang selalu bersedih ketika bercerita tentang ibu
yang tak pernah kujumpai

aku masih ingin bercakap denganmu
dan merasai seluruh wajahmu
yang pertama kali kukenal
jauh sebelum pertemuan kita di kota itu

lalu kita saling bercerita
tentang dua kota yang berbeda
kecintaanmu pada kota sunyi
dan keluhanku tentang macet yang tak pernah usai

sayang, hujan belum juga berhenti
sementara anakanak masih berkejaran
di halaman
bersama angin

tetaplah di sini
tersebab aku masih ingin bercakap
tentang kenangan di hutan bambu
tarian kupukupu yang selalu ingin aku ulang
dan rintik yang membuat kepala kita pusing
lalu samasama mabuk

aku selalu ingin bercakap denganmu
membicarakan apa saja
selalu ingin memandang wajahmu
yang sendu dengan mata selalu merah

sayang, sudah sejauh mana percakapan kita
aku hampir saja lupa

SudutBumi, November 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s