Sela Pajang

on


tidakkah kau merindui perjalanan itu

sore yang ajaib

mirip kawanan lebah

dengung yang jadi isyarat

diamdiam diubahnya pewarna langit

manis dan likat

senja telah menjadikan waktu berwasiat

kita berjalan bersama

diiringi ribuan langkah kaki

dengarlah

aku menyukai suara ini

diamdiam aku merekamnya

di dalam hati

ketika itu

aku tak pernah tahu

kau menjelma angin

membisikkan cerita para pejalan

membukakan gerbang

menyepuh jalanan

dan aku mengintip diamdiam

ceritakan padaku

di manakah muara itu

tepat rajaraja bermandikan cahaya bulan

ki lesmana,

keajaiban itu tak datang bahkan tak sempat mampir

segeralah akhiri cerita ini

sebab subuh telah menggantung

diamdiam

aku membaca wajahmu

dalam samar mencoba menjumpaimu bersama cahaya

tidakkah kau merindui perjalanan itu

sore yang ajaib

dan kepalaku dijejali katakata

kepalaku penuh rutinitas

laksana angin

SudutBumi, 22 Februari 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s