Singgah di Pusaran Waktu

:ngumbai lawok

 

kami sudah memulai persahabatan ini sejak lama
pusaran waktu mengarak
menyumbat paruparu dan mulutmulut yang bisu
inilah cara kami berteman
semesta dingin dan angkuh
laut dan kembara ombaknya menjadi ikatan cadas
semakin menguatkan

jalanjalan diiringi lagu
pasir serta buih bersatu

tersebab kami berkawan, menawarkan undangan bagi burungburung
gerombolan ikan, serta dasar laut yang tak tersentuh matahari
sebarkan kabar wahai semesta sebuah pesta akan dimulai
syukur diri
berkemaslah dan siapkan jala bersihkan layar
jaga pandanganmu
pasrahkan diri

matahari mengusung kebenaran
menciptakan pagi nan indah
soraksorak terdengar
masuk ke perut bumi
membelah laut sampai jauh, di seberang sana

jauhkan kami dari petaka kawan, kita bersahabat sejak lama
angin membelah diri saling menjaga
dongdang ditarik
bunga ditabur
menguar wanginya sampai ke lapislapis laut
mengantar kepastian menuju tengah samudera

wahai laut, tempat kami mengais rezeki
tempat ibu dan bapak kami
dengarlah kidung suci
lantunan ayatayat semesta
dendang abadi selalu dihantarkan
agar damai
berpusaran, mengantarkan tenteram jiwa bagimu
wahai air, tempat kami berpijak
daratan tempat pulang
ganggang menghijaukan rindu
ikat hati kami
syukur ini kembali padamu
menguatkan segala rasa

warna jiwa berlesatan, limpahan kasih sayang
sepuluh perahu beriring menawan
mengawal ruparupa penganan
kesegaran hasil bumi, buah dan daging, seratserat tumbuhan
agar moyang tahu
garis keturunan tak tinggal harapan

rasakan olehmu gairah ini
bahagia yang membuncah
matamata menawan
menuju karang ratu, melarung….

kawan, terimalah apa yang kami bawa
dongdang menyasar arah
diterjang ombak
dipagut mabuk
gemuruh datang
tanda perburuan dimulai
tiangtiang layar saling beradu
siapa dahulu
mengalap berkah
siapa sigap mengejar gelombang
perahu pertama mendapat berkah
perahu kedua mengingat petuah
semua beruntung
karena esok hasil tangkapan memenuhi dada

laut berkawan maut, kami pun tahu
sebab tak dapat dihindar
sisa usia siapa yang tahu?

alam punya rahasia
bertuah nikmat dan anugerah
sampailah kepadamu, sebuah cerita
tentang orangorang yang bersyukur
menandai hari dengan senyuman
mengabadikan pertemanan

SudutBumi, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s