CeritaCerita Tentang Cahaya

sajak satu
aku tiup pelita
padam seketika
dan wajahmu hilang dari hadapanku

malam larut dan aku masih dalam gelap
rindu kampung
dan riuh fragmen kota

dalam mimpi seseorang meminjamkan kunangkunang
dalam toples merah bermotif hati
benderang seketika
aku berdebar
takut cahaya
hilang

sajak dua
aku melepas senyuman
bersama orangorang menjelang tahun baru
ribuan kembang api menanti

ada deru di balik cahaya itu
suara diesel karena listrik padam lagi
sementara tempat belanja dipenuhi sayap laron
serba cokelat

maukah kau menukar korek api dengan kembang api
yang masih riuh
takut tertinggal cerita
ribuan teriakan dan ribuan harapan
malam lelap sudah
tak mau diganggu

apalagi membagi

sajak tiga
di kota baruku
angin berteman hujan
selalu gelap padahal siang hari
masih kudengar rintik itu
sisa tak terbagi

di kota baruku
aku menjelma cahaya
mendatangi rumahrumah yang muram
banyak cerita kudengar

tentang pilar langit yang dicerabut
dan cahaya hilang

aku mabuk

berderet orangorang merapal kalimat
mantra tentang cahaya
hilanghilang

aku mabuk

di kota baruku
aku menebar senyum
bagimu yang mengambil cahayaku

SudutBumi, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s