Para Penghela

-1-
duduklah dengan nyaman
sesekali atur napas agar tak tegang kendalimu
di atas sana
matahari semakin mengurut keringat
memecah batubatu
jadi kerikil di aspal jalanan

susuri setapak ini
bernapaslah dengan lapang
suarasuara akan membawamu ke masa silam
tempat para kesatria bertarung
tak hiraukan darah
memercik

teruslah menyusuri
jika letih datang padamu
tinggalkan kota

bersama ruh, jejak itu hilang
bungkam

-2-
pagi betapa sunyi
perjalanan hanya menyisakan peluh
lingkaran ini semakin menyudutkan
teruslah berputar
hingga titik dijumpai
pertemuan semakin menyata

tak ada istirah
karena waktu tidak pernah berhenti
terus bergerak
mundur

-3-
kukuhkan badanmu
kuatkan setiap pijakan
hatihati
salah memikat, kau terinjak

inilah ruang yang dihuni
setiap perkataan akan jadi teriak
bisikan akan merapuhkan pandangan
matahari benarbenar tumbuh di dadamu
sekuat arus yang kau lawan

tinggalkan kota
sebab gemuruh bangkitkan petaka
redup
ditingkah bayangbayang

-4-
turunlah
kau telah tiba

SudutBumi, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s