Resensi Kalender Lunar @ Koran Jakarta

Puisi sebagai Pernyataan Merdeka

Dalam tataran dunia perpuisian, nama Dian Hartati bukanlah nama yang asing. Mengapa tidak, sepak terjangnya karyanya yang gesit, kerap merambah koran-koran lokal dan nasional serta beberapa antologi puisi bersama. Tidak hanya itu, Dian juga kerap memenangkan lomba cipta puisi, baik tataran universitas maupun tingkat nasional, hal inilah kemudian membuat nama dan karyanya sedemikian akrab dalam dunia perpuisian tanah air.

Kali ini Dian Hartati menerbitkan buku antologi puisi tunggalnya yang terbaru berjudul Kalender Lunar. Dian memulai proses kreatif yang intens sejak kuliah, sepertinya tidak kehilangan akal dan tidak akan kehilangan kreatif imajinatif, terutama dalam proses penciptaan karya.

Lihat saja judul demi judul, bait demi bait, kalimat demi kalimat serta diksi demi diksi yang ditawarkannya dalam setiap puisi, menghadirkan suatu istilah-istilah baru dalam khazanah perpuisian tanah air. Pastinya, setiap karya yang dihasilkan adalah karya yang lahir atas kondisi, perasaan, kegelisahan, keharuan, kejadian, dan hal lain, baik yang dialami oleh diri pribadi maupun yang dialami orang lain atau pun tempat (kota/kampung) lain. Penyair yang tumbuh pada era 2000-an tersebut banyak menghidangkan kemerdekaan, kejujuran, kebebasan, serta pernyataan dalam berkarya.

Hal tersebut dapat dibuktikan dari puisinya yang berjudul “Prelude”. Ibarat rumah aku adalah pagar//gerbang karat tanpa kunci//kau hanya menatap tanpa memberi//isyarat untuk masuk//bahkan tak segera meninggalkan//aku takkan pergi karena aku hanya kata//yang akan melarati embusan angin//menepis setiap kabut//aku takkan pergi//karena aku hanya kata//muncul diam-diam//di setiap ingatan. Dengan segala perasaan, dengan segala ketelitian serta kehati-hatian, Dian mencoba merekam kondisi untuk kemudian dijadikan sebagai sebuah pernyataan yang merdeka, yang disempurnakan dalam sebuah sikap kata-kata.

Bisa jadi pernyataan puisi tersebut tidak sekadar ditujukan pada dirinya, atau bahkan pernyataan puisi tersebut juga akan atau sedang terjadi pada orang lain. Suatu pernyataan yang bisa mewakili kondisi hidup dan kehidupan manusia, tanpa harus dibatasi oleh tembok-tembok ruang dan waktu apalagi jender, agama, atau bahkan politik yang memabukkan. Setiap kata mengalir membasahi makna. Setiap kata terlihat sedang melakukan kerja sama masif dalam mendudukkan kalimat-kalimat yang utuh, sampai membuat jadi kesatuan yang sempurna.

Kesempurnaan tersebut selanjutnya dapat diselidiki dalam karya Dian yang berjudul Kalender Lunar. Suatu karya yang selanjutnya dijadikan judul buku antologi puisi tunggalnya. Demikianlah bunyinya, Mencermati bulan//gerak putar yang tak pernah diduga//tibatiba purnama//kau selalu bercerita//tentang malam dan serigala//manusia dan petaka//sesuatu yang bernama kala//di setiap bentukan bulan//kau memandang langit mahabintang//tibatiba gerhana.

Kalender Lunar atau Kalender Bulan ini banyak sekali mengentalkan cerita, terkadang dia juga tak lupa untuk mengingatkan kita agar selalu siaga. Sebab di dunia yang labil ini, apa saja bisa terjadi, yang baik bisa tiba-tiba menjelma serigala, panas bisa berubah menjadi malam dan sunyi. Dan puisi kini benar-benar menjadi kalender perekam segala kondisi juga sebagai pengingat, agar tetap berhati-hati. Singkat dan padat adalah salah satu karakter yang ditawarkannya dalam antologi puisi tersebut.

Artinya, buku ini adalah bagian dari perjalanan hidup penyairnya. Perjalanan yang banyak memberikan makna, pesan, dan pembelajaran. Perjalanan dalam menemu usia demi usia, hingga pada waktu yang tidak ditentukan. Rangkuman sikap yang memuncak pada setiap maknanya, yaitu sebagai sebuah pernyataan yang merdeka. ***

Peresensi adalah Frans Ekodhanto, Penyair, bekerja sebagai wartawan Seni Budaya Koran Jakarta.

Judul : Kalender Lunar
Penulis : Dian Hartati
Penerbit: Dian Rakyat-Jakarta
Tahun : I, Maret 2011

 

Sumber: http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/67744

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s