Menikah di Laut

t.walhi

aku menyambut pagi dengan senyuman
mengucapkan selamat datang dan mempersilakannya masuk
mencicipi sedikit masakan yang terhidang di meja

bersama pagi aku selalu memandang laut
tepat di belakang, lidah air menggelitik halaman rumah
ikan-ikan bernyanyi menyambut kedatangan

siapa pun akan terpesona
melihat pagi datang dengan cerah
mewarnai dinding rumah
pantulannya menghapus diorama kesakitan

aku dan pagi saling bersetia
dia selalu menghapus air mata
menghilangkan gema kerinduan pada kota yang kutinggalkan

aku dan pagi saling bercerita
tentang lelaki yang aku nikahi di laut
pesta keruihan juga kedatangan neptunus
ia bertugas menyematkan cincin matahari

pagi selalu tersenyum
gusar pun hilang dari pandangan
aku bahagia berkawan pagi

hari-hari bergegas
meninggalkan laman demi laman
stasiun, rumah masa kecil, juga gedung-gedung berlantai banyak

hari ini, aku duduk kembali
hamparan pasir putih jadi permadani hangat
merayakan hari-hari besar
perjalanan dari kota ke kota, pulau ke pulau
segerombolan ikan datang
berkain biru berselendang hijau
cahaya getirnya tergerus ombak
buih-buih menyesap setiap kenangan yang hadir
lirih

pagi menularkan sebuah senyuman
waktu yang selalu kutunggu

Bumiwangi, 05 Oktober 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s