Rumah Gila

di rumah yang kami kunjungi
selalu ada teriakan
tak pernah berhenti
kami jadi serbasalah
tak dapat berpikir positif

seorang ayah dengan sabuk di tangannya
asyik menggosok kulit panjang itu
badan anaknya jadi asahan paling menarik
kulit gosong berubah jadi ungu

seorang wanita
selalu mengasah pita suara miliknya
dia tak hendak jadi penyanyi
tapi, rumah jadi panggung utama
anak-anak kebosanan
suara yang sama didengar
pada hari berbeda

kami pun menjadi tamu yang bodoh
sering melihat anak-anak menulis di dinding
memaki lewat tulisan
orangtua mereka tak pernah tahu
buta huruf memenjarakan masa tua

duduk di ruang tamu
memandangi isi lemari kayu
kami mendapati retakan di bibir gelas
betapa hebat suara si wanita
menembus lemari jati dan merusak gelas antik

sangat terpaksa kami memakai kamar mandi
perjalanan jauh membuat haus
ingin minum sepuasnya
di samping tempat tujuan
kami melihat puluhan ikat pinggang
menempel di dinding
kami bergidik ingin segera pulang

terdengar suara senggukan di samping rumah
anak-anak beternak kesedihan
sebagai tamu , kami merencanakan pelarian
takut menyesal jika tak menyelamatkan dua nyawa

semoga saja
kami lolos dari kebodohan akut
sebagai tamu

Ruang Ungsi, 10 Februari 2012

 

 

Dimuat Riau Pos, 3 Maret 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s