Gelas di Rumahku Pecah Lagi

gelas di rumahku pecah lagi
saat mendengar dentingnya
tubuhku sakit
seperti ada yang luka di badanku

pecah lagi
dan aku sedih lagi

aku menjaganya seperti menyimpan kenangan
hati-hati menggunakannya
seperti bicara padamu

gelas itu jadi saksi
ketika aku memasak di dapur
menemui tamu-tamu yang begitu sering berkunjung
ketika amarah kau tumpahkan di rumah

gelas itu aku pilih sendiri
ketika kita berbelanja satu bulan yang lalu
di sebuah toko serbaada
saat hujan turun dengan derasnya
ketika hama ulat mengancam

gelas itu pecah
hilang semua kenangan
serpihan-serpihan
tak ada guna
seperti percakapan kita
sesaat gelas itu hancur

Bumiwangi, 2011

 

Dimuat Majalah Sagang Edisi 160, Januari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s