Puisi yang Cemburu

mataku sudah redup
kantuk menyerang
lebih dari sehari aku tidak tidur
tapi puisi masih kucari

berhari-hari aku menanyai orang-orang
tentang kepergian yang terlalu mendadak
lemari, meja, buku-buku
aku menghancurkan rupamu
tapi sakit sendiri

malam siang terus berputaran di kepala
kata-kata terus kucari
mungkin kau sedang istirahat
kepergian yang sangat disayangkan

aku memilihmu
mengabaikan anak, rumah, istri dan suami
malam-malam tidur denganmu
melupakan makan bersama relasi

malam lewat, kau keluyuran ke mana saja?

aku sibuk dengan laptop
menyunting banyak naskah remaja
kau cemburu rupanya
hingga memilih pergi

tapi puisi masih kucari
dia telah menyiapkan diri
untuk disakiti untuk ditinggalkan
sementara waktu

Bumiwangi, 2011

Majalah Sagang Edisi 160, Januari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s