Puncak Mimpi

siapakah yang berteriak-teriak
di antara biji angin
membawa kabar kepulangan
tanah lahir masuk ke ruang mimpi
sementara matahari dan suara
tertinggal di ujung lidah
mereka menggigit mimpiku

keluarga menjenguk,
sayangnya hanya dalam mimpi
dan pelukan mereka membangunkan aku
dari kenyataan yang sudah mengalun

sebelas bulan berlalu
aku terperangkap tak bisa kembali
kamar hanya menyisakan sesak napas

 

Bumiwangi, 2011

 

 

Dimuat Majalah Sagang Edisi 160, Januari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s