Analog

jejak hujan
membuatku melamun
mengandaikan kau berada di sini
taman dengan rasa basah yang melimpah
di dalam hatimu, siapakah aku

teratai itu berbunga satu-satu
menjadi stupa indah
di kelilingi nyanyian kodok
sore seakan moksa
di dalam hatimu, menjelma apakah aku

angin dan aku bersatu
menanti malam
karena lelah bukan jawaban menunggumu
takdir lawas kuubah sesuka hati
di dalam hatimu, adakah keresahan tentang aku

dingin menembus dada
bersembunyi dalam tubuh
tak mau keluar
aku sakit dalam luka
di dalam hatimu, abadikah aku

2011

Dimuat Jurnal Nasional (19 Februari 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s