Monsun

on

arah angin sudah berubah
gulir yang tidak dapat dihentikan
dari satu pohon
ke pokok pohon lainnya

udara begitu tenang
perubahan seharusnya
menyimpan sakit
tapi,
dingin ini begitu rapi
aku menjadi begitu iri

inilah perbatasan
saatnya melepas selubung
diri dan kematian begitu dekat
gugur daun
akan menghidupkan tunas baru

muncul wajah baru bersusulan
dengan empat musim lainnya

“benahi letak syal di lehermu,”
kalimat terakhir darimu

monsun,
kau begitu datar
aku heran

Bumiwangi, 2011

 

“Monsun” merupakah salah satu puisi Dian Hartati yang terdapat dalam antologi Tuah Tara No Ate.

 

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s