Angin Air Asin

wajahmu menyentuh bayang-bayang laut
merasakan kesepian bibir kapal
memandang pulau di seberang sana

pelayaran baru saja dimulai
dan angin telah mempermainkan perutmu

kupu-kupu atau suara-suara yang tak asing
hadir seketika
saat ini
ketika peluit kapal baru saja terdengar beberapa menit lalu
semua berjumpalitan dalam rahimmu

gelombang menghilangkan kesadaran
kulit berubah rasa
keengganan mulai membuat cemas

berapa lama lagi harus menunggu
pulau di seberang sana
mulai ditelan pusaran

 
Bumiwangi, 2012

 

Dimuat Jawa Pos, 7 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s