Pendopo

kami memilih singgah
berusaha membangkitkan kenangan
anak-anak sudah beranjak dewasa
satu per satu meninggalkan rumah

di kursi kayu
kami menemukan keriangan si sulung
dia pernah merayakan ulang tahun
bersama laki-laki yang kini jadi suaminya

di meja sebelah kanan dekat pintu
kami masih merasakan kehangatan ruangan
hari telah malam
lantai masih berdansa dengan bahagia
kala itu kami merayakan hari kelulusan si bungsu

saat ini sore telah mengaduk-ngaduk warnanya
senja yang berbeda karena mata kami kian lamur
hujan di luar dan jemputan belum datang
kami tak bisa berbuat apa-apa

hanya cinta yang membuat kami bertahan
dalam badai sekalipun

 
Bumiwangi, 2012

 

 

Dimuat Jawa Pos, 7 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s