Barista

tak ada kantuk
lonceng tengah malam
telah meninggalkan kota

ruangan penuh warna
ada cerita dekat cangkir
bergerak pelan
berpola

bisikan diaduk
kenangan mengabur

seseorang masih terjaga
di belakang mesin-mesin
tangannya gemulai
seperti perawi

teriakan pemesan terdengar
antrean memanjang
lupa pulang
dan kamar tidur

 
Bumiwangi, 2012

 

 

 

Dipublikasikan Jurnal Nasional, 28 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s