Begitu Aku Berbisik di Telingamu

aku sedih
begitu aku berbisik di telingamu
kau masih saja bertahan di pembaringan
berteman dengan hangat tubuh dan batuk
padahal tadi pagi kita telah
melakukan perjalanan panjang
bercerita pada laut yang sedang bergelora
berkisah tentang sakitmu
pada ikan-ikan dan pasir pantai

sedang menulis puisi
begitu aku berbisik di telingamu
sedikit berbohong karena sepanjang
siang aku banyak melamun
memikirkan kamu, rumah,
dan tabungan yang hambir habis
segalanya telah kuupayakan
bahkan aku telah lupa cara
berkeluh di hadapanmu
cara menangis yang sebelumnya
kukemas manis

duduk di hadapanmu
aku diam
meraba seluruh wajah dan tubuh
aku ingin waktu cepat berlalu
dan kau sehat seperti waktu-waktu lampau
berjalan pongah dengan lelucon yang siap
ditembakkan

aku mencintaimu
begitu aku berbisik di telingamu

 

 

Bumiwangi, 2012

 

 
Dipublikasikan Jurnal Nasional, 28 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s