Rumah Kaca

aku pergi lagi
meningalkan puncak gedung
kota-kota penuh air
suara bising menenggelamkan kenangan

kepergian kali ini membawa duka
aku dan kepala yang lain melangkah
diiringi dengung telepon
kabar keluarga yang tak pernah sampai
hanya suara berisik
entah kehilangan sinyal atau pulsa terbatas

aku dan mereka meninggalkan koper
tanda kenangan dan jejak busana
musik jazz mengalun
di cafe orang-orang menutup telinga
kebosanan membuat buntu
tak ada yang dapat meninggalkan ruang itu
aku melihat seseorang membuka pintu
: tertutup
salah satu kemalangan orang-orang malas

lihat pakaianku
semua melekat utuh
tak ada kusut
tak ada tanda bangun kesiangan
saku-saku penuh perbekalan
perjalanan harus dituntaskan

aku harus berbelok ke mana?
mengambil jalan yang memiliki puluhan kelok
memanggil nama-nama masa lalu
tak ada teman
kesendirian telah mengepung
aku terpenjara dalam rumah sendiri

 
Bumiwangi, 2011

 

 

Dipublikasikan Jurnal Nasional, 28 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s