Gumam Pagi

aku enggan bangun
bagiku segalanya telah selesai

tapi, pagi selalu bergumam
seperti kamu yang menyambut hangat
matahari dan serakan daun

tapi, pagi selalu datang
seolah dirimu yang mengajak ke pantai
menjumpai ombak dan nelayan

aku enggan bangun
takut kehilangan mimpi
saat membuka mata
Ruang Ungsi 5, 19 November 2012

 

 
Puisi ini dimuat Kedaulatan Rakyat, 06 Januari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s