Semesta Memperhatikan

aku menemukan pagi
langit bersinar terang
mendatangkan kepastian

awal hari disambut derai
air mata dan ketakpercayaan

tubuhku lelah
ingin tidur tapi tak bisa
mataku redup
bengkak air mata

siang dan malam tak lagi bersama
bersisian menanti hitungan

pagi selanjutnya begitu lengang
hanya ada aku dan semesta

 

Ruang Ungsi 5, 18 November 2012

 

 
Puisi ini dimuat Kedaulatan Rakyat, 06 Januari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s