Memasuki Mitos

gumitir
kelok yang dibangun tanah-tanah
dingin kabut dan riuh suara pohon-pohon
begitu bisu begitu sendu

aku bayangkan tuan
memutari jalanan yang selalu malam
di gumitir pohonan terlalu rapat
matahari tak ada tempat

aku menyebut-nyebut gumitir
tempat orang berjajar
membentuk barisan
mereka bentangkan tangan
satu ke udara
satu ke jalanan
saling berteriak
woi….
woi….
tiba-tiba berterima kasih

“apa yang kau lempar, tuan?”
mereka jadi diam
menepi

gumitir
aku membaui udara
setiap yang dilihat adalah gelisah
mata-mata mencari

tahukah, tuan….
koin yang kau lempar
menguap jadi doa keselamatan
kebaikan diri sendiri
lihat! semua rupa ada di sini
usia hanya angka-angka
gumitir, punya cerita

tak pernah sendiri

Bumiwangi, 2011

 

Sumber: Suara 5 Negara (Tuas Media, 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s