Melodi Waktu

mataku gelap
cahaya sudah diambil
kau jadi sesuatu tak terlihat
padahal kita bersebelahan
saling merasakan semburan napas
dan mimpi ganjil yang timbul tenggelam

ini bulan keempat
sisa penyakit terus mengendap
dalam tubuh dalam kedua matamu
adakah kau akan buta dan jadi laskar
yang gagal menemani perjalanan siangku

kamar hanya gelap
botol-botol air sudah dingin
jendela besar itu hanya mendatangkan angin
ia lupa dengan suguhan jalanan desa
patung penari gandrung di gapura
pawai orang-orang berpakaian semarak
ia lupa bahwa dirinya berbingkai dan sering kalah

aku menemanimu
bersama napas dan air mata
melupakan perjalanan darat
tiga pulau dalam tiga bulan
bali-jawa-madura
aku membawamu dalam lorong waktu
setiap berucap, sampailah kita di pulau tujuan
adakah hatimu tergugah
untuk tersenyum dan menatapku
merasakan masih ada cinta
sementara waktu berceceran dan keringat mengering

esok masih ada
banyak jalan yang harus dilewati
meninggalkan kamar dan kembali memilih tujuan

Ruang Ungsi 2, 2012

Dimuat Riau Pos, 3 Maret 2013

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s