Negeri Waktu

kesedihan  mana lagi yang singgah
waktu tak lagi di perlukan di sini
langit akan tetap merah
diri membuka rahasia masing-masing

rasakan kekuatan angin
ia cepat berembus dan cepat pergi
tak sempat mengeringkan baju-baju
padahal cerita lama masih tersimpan rapi
susah dihilangkan bahkan air mata ibu

percayalah pada langit
dia kuasa membuka hati
merah alang-alang yang direbus
diminum berkali-kali
sebagai obat rasa rindu
sebagai obat penghilang getir

bersihkan wajah dan buat lengkungan indah
benteng-benteng telah memenjarakan rasa
kesedihan hanya milik waktu
walaupun di negeri ini
waktu tak pernah tumbuh

Bumiwangi, 2011

 

Dimuat Riau Pos, 3 Maret 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s