Penghuni Bak Mandi

tak perlu lagi kau temani
kamar mandi sudah ramai
ikan dan suasana berbeda

air tetap dingin
sarang laba-laba dekat plafon
tetap ada

aku bicara sendiri
seperti seorang ibu
menemani anaknya makan
banyak bertanya
banyak tersenyum

aku tak butuh air hangat
aku lupa mandi
padahal berjam-jam berdiri di depan air

tersenyum-senyum
memerhatikan setiap gerakan
kau tahu ketika aku datang
naik ke permukaan dan mengambil udara

lalu aku bercerita
lama sendiri sepertimu
rumah luas berteman angin
pekarangan sepi
dan parkir berlumut
tak ada tamu yang datang

aku menahan segala gairah
ingin banyak bicara
ingin memasak banyak
tapi tetap tak ada yang datang

aku tak ingin kau seperti aku
karenanya kumasukkan jenis yang sama
ke dalam bak mandi
agar berpinak agar memiliki anak

semenjak menghuni bak
aku tak pernah mandi
khawatir kau kehabisan air

Ruang Ungsi 2, 2012

Dimuat Riau Pos, 3 Maret 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s