Koagulasi

|Za!|

aku melihat foto-foto koleksimu
di antara asap rokok dan anak rambut yang meliar

di beberapa bagian
mereka merekam kejadian lalu
tentang cinta yang menurut ceritamu tidak dapat diungkapkan
tentang dirimu, seorang pangeran tanpa kuda dan peperangan

aku sedang mendengarkan lagu-lagu koleksimu
tema patah hati yang diurutkan berdasarkan ragam genre
membaca tulisan dan hasil penelitianmu tentang proses kreatif para penyair

percayalah, ketika aku menuliskan puisi ini
sedang mengalun lagu berbahasa asing yang tidak aku mengerti artinya
lagu yang sempat menjadi pilihanmu

aku menunggu malam melalui matamu yang tidak berani aku tatap
percakapan di kereta api dan kafe siang hari
“sempatkan melihatku”, ingin rasanya berkata begitu
tapi, aku telah mematikan ragam kesempatan

tak ada lagi foto dan lagu
semuanya telah aku telan bersama pengkhianatan
dan denting

segalanya menjadi tawar
wajahmu yang kopi dan punggung gunung yang selalu membawa beban berat

ke mana langkahmu akan mengarah?
setelah perpisahan di stasiun itu, setelah rasa cinta kamu ungkap
aku bukanlah penyair yang bisa kamu korek peristiwa proses kreatifnya
apalagi hatiku

 
SudutBumi, 17 Maret 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s