Lampu yang Padam

on

rumah kutinggalkan
benderang lampu mengiringi kepergian
tak ada warna hari
semuanya kusam dan pilu
kau pulang menuju keabadian

sekali waktu aku menjenguk rumah
mendapati pintu pagar semerbak
wangi kenangan masih tersisa
tapi, lampu-lampu padam
segala perkakas turut bersungkawa

aku menyapa dinding-dinding
melihat kamu mengecat seluruh ruang
memindai foto yang masih bertempelan

kurasakan kebahagiaan di rumah ini
tapi, senyummu tak ada lagi
segala kisah cinta aku dekap diam-diam

 

 
SudutBumi, 2013

 

 

Puisi ini dipublikasikan pertama kali di harian Riau Pos, 18 Mei 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s