Suara

on

ada harimau di tenggorokan
mengaum saat aku membuang napas

barangkali ia ingin keluar dari dada
membuang sesak dan melepaskan
segala kerumitan

tapi, tak ada daya
sebab aku telah berpasrah diri
diam-diam mengutuk hari

sesuatu mencekik leher
membuatku tak bisa bersuara
perihal harga dan pujangga

mereka mencaci nama-nama kecil
melegalkan seorang besar berbuat salah

tak ada lagi dunia yang benar
di hadapanku
tubuh telah berbagi muslihat
menikam setiap kerabat

aku memilih berduka
selamanya

 

 
SudutBumi, 2014

 

 

Puisi ini dipublikasikan pertama kali di harian Riau Pos, 18 Mei 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s