Dana Umum

merasa hidup dalam monopoli
memilih bayar pajak atau mundur selangkah dan masuk penjara

sementara mereka memakan uang rakyat dengan lahap
tak peduli banjir merendam rumah-rumah sampai atap

hidup dalam monopoli
berkeliling negara hanya dengan mengaduk dadu
membangun rumah dan hotel
menyewakan beragam fasilitas
dan jangan lupa membayar tagihan air dan listrik

di dalam monopoli
aku menjadi penguasa
bebas memasukkan orang ke dalam penjara
menimbun uang bahkan mampu membeli pegawai bank

sekali-kali mencari kesempatan
mundur selangkah atau masuk penjara

hei, akulah pengusaha yang pailit
tapi, masih ingin memingit
harta dan kuasa
tak peduli berkongsi tidak khawatir dengan segala peraturan

akulah penguasa
sesuka hati melempar dadu
memutus jaringan telepon karena lupa membayar cicilan

katanya orang bijak bayar pajak
tapi, mengapa mereka memakan derita rakyat
mereka galak dan suka kelakar
dan kami lelah meratap

 

 
SudutBumi, 2014

 
Puisi ini dipublikasikan pertama kali di harian Media Indonesia, 22 Juni 2014

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s