Gerendel Pintu

sewaktu hendak meninggalkan rumah
aku lupa memasang kunci baru
rumah yang lawas
menyebabkan jalan masuk mudah diterobos
sementara kehendak hati tak dapat dihentikan

langkah semakin jauh
meninggalkan ruang kenang
taman-taman yang hanya ditumbuhi rumput liar
dan ayunan berderit diembus angin dingin

di tempat tujuan
aku melepaskan ingatan tentang rumah
tapi, tak bisa
suara pintu dibuka paksa membuat kepala pening

aku tak mau siapapun merusak kenangan
khawatir seseorang mengambil barang-barang peninggalan
dan waktu tidak bisa dihentikan

aku berlari
menyusuri jalan menuju rumah
melawan angin dan terik matahari
aku memejamkan mata
berusaha menghilangkan segala sakit
jika semua itu terjadi
merentangkan tangan
berharap seseorang menyambutku pulang

di muka rumah
pintu masih tertutup
rapat
dan semua ketakutan
begitu mengoyak kesendirian

SudutBumi, 15 April 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s