Perjumpaan Terakhir

minggu pagi
dingin telah pergi
sejak aku datang ke kota ini
lorong penuh sesak
hanya beberapa wajah yang aku kenal

sebuah pelukan menyambut
seorang wanita dan aku tak mengenalnya
air matanya membuatku bersedih
siapakah?

aku meneruskan langkah
menuju rumah ibadah di ujung kompleks

di tikungan ke sekian
perempuan lain memelukku
dia berujar agar aku menunggu panen
dan jangan memuja kehidupan yang singkat
siapakah?

sampai di ujung koridor
seorang laki-laki berteriak
memaki pernikahan yang usai
siapakah?

minggu pagi
ketika aku tidak lagi memiliki air mata
kupandang gundukan tanah
seseorang telah siap dengan keberangkatan
tak ada lagi pelukan
permintaan air hangat
dan pesan istimewa

segalanya selesai
seumpama udara yang terus memanas

SudutBumi, 2015

Dimuat Riau Pos pada 24 Mei 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s