Dilarang Masuk

masa lalu menjadikan tubuhku dua
pikiran bercabang-cabang melebihi seharusnya
belum lagi kekinian yang mengejar
untuk tepat waktu

seseorang menutup pintu
yang seharusnya terkunci sejak lama

aku memaksa masuk
menarik kenangan agar tetap bertahan
menemani hidup dengan sisa senyum
SudutBumi, 2015
Dimuat Jawa Pos, 11 Oktober 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s