Dilatasi Waktu

jam dinding memang sudah mati
tapi, mengenang kepergian
serupa membangkitkan goncang
gemuruh dada juga air mata

untunglah matahari memeluk tubuh
sinarnya menghangatkan setiap
jendela rumah yang nganga

waktu terus melaju meski arloji
kehilangan daya ungkap masa lalu
berkejaran melintasi jerat diorama
menyela setiap penanya
berlarian selundupkan cinta tersisa

waktu dan kamu menjelma
ruang renung tak berujung
dilatasi kembara
kepasrahan semesta raga

SudutBumi, 2015

Dimuat Jawa Pos, 11 Oktober 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s