Gunung Emas

tumpang pitu

sebelum tsunami datang
beragam sajen dilemparkan ke atas bukit
tertumpuk harta benda ditinggalkan
tak ada yang tahu
tumpukan itu menjadi gunung emas
penahan laju angin
penanda nelayan agar tak sesat di laut pancer

setelah tsunami kala itu
orang-orang datang sesuka hati
melihat keindahan gunung dan laut

beramai-ramai membawa perkakas
siapapun datang
tak terkecuali orang dari negeri asing
warna warni mata mereka
memantau setiap langkah
tangan-tangan mereka
memetak setiap hasrat

mereka nglubang
nekat membuat lingkaran-lingkaran

tak ada yang tahu
wujud gunung perlahan berubah
tanah tak lagi segar
kubangan muncul di mana-mana
sianida merkuri mengarah ke laut pancer

tak ada yang peduli
jika bukan rakyatnya sendiri
Banyuwangi, 2012

Dimuat dalam buku Syair Persahabatan Dua Negara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s