Konstruksi Elegi

kau bukan larik-larik itu
hanya satu dua kata yang mengingat
menggenapkan kenangan
tentang kota dan pantai-pantai

tentu saja suaramu hilang
ditelan angin dan irama ombak

kepada siapa aku bertanya
menulis di kertas catatan kuliah
atau di buku harianmu
yang tersisa beberapa lembar

ini bukan tentang cinta yang hilang
kemudian aku mencari-carinya
dalam mimpi

ya, kau tak ada lagi
dalam setiap puisi yang kutuliskan
lagu yang aku gumamkan
karena lupa liriknya

sementara hari terus mengejar
aku tak berdaya
di bawah senapan cinta
berdusta tentang rasa kehilangan
mengail harapan kosong
sebab segenap ingatan
jadi belenggu

aku tak dapat melanjutkan apapun
sulit berkata-kata
hanya diam di depan cermin
memindai kausmu yang aku pakai

SudutBumi, 2014

Dimuat dalam buku Tifa Nusantara 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s