Nokturnal

kami menunggu jamuan dimulai
satu per satu tamu berdatangan

seorang perempuan tiba
membawa pundak penuh mantra
ia mendesis panjang
tak ada yang paham maksudnya

muncul laki-laki tua dari pintu masuk
memanggil-manggil sebuah nama
tak ada yang peduli dengan teriakannya
angin menasbihkan nama suci tuhan

pertemuan belum dimulai
malam semakin berisi
dan suara air di ujung lembah
mewujudkan gigil

dari dinding kadipaten
sosok yang ditunggu singgah juga
ia berhasil menurunkan hujan pekan lalu
tubuhnya transparan
meliuk-liuk diterpa gumam pendatang
sayap di tubuhnya mengembang
sekelebat memutari ruang pinang

baru saja berkah dilemparkan
dan kami berebut masuk dinding itu
SudutBumi, 2015
Dimuat Jawa Pos, 11 Oktober 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s