Pagi Kita

akhir desember tiba juga
hujan serupa hiasan mata
dan denyar tahun baru
menjadi cemas yang nyata

ada apa tahun depan
deret cemara semakin berkurang
jalanan dipenuhi orang-orang berkepala batu
semakin khawatir
tawa mereka palsu

sebuah kotak kelam tersimpan di pikiran
barangkali itu ketakutan yang menebal
atau laci tempat bersemayam rasa bahagia

ke mana embus angin berarah
langkah masih saja ragu
menentukan kelok atau muasal

 

Sumber: Kelenjar Nira (2016: hlm. 55-56)

Ditayangkan di blog ini untuk kepentingan diskusi bersama Perpustakaan Jalanan Karawang pada 17 Desember 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s