Kalender Lunar

Sinopsis
Dian Hartati adalah penyair yang tumbuh di era 2000-an. Jika mengamati puisi-puisinya, akan tampak begitu merdekanya Dian dalam menulis puisi. Ia tidak terdikte arus-arus dominan di sekitarnya, termasuk arus atau tren tema yang menggugat wacana patriarki yang banyak menjadi fokus yang diusung kaum perempuan. Ia pun tidak mengikatkan diri pada satu jenis atau aliran puisi tertentu. Bahkan, dalam menulis puisi, ia membebaskan diri dari sekat-sekat identitas dan ruang, begitu pun dalam hal tema atau cakupan perhatian.
….
Dian berbahasa dengan apa adanya bahasa itu. Pada satu sisi hal ini memang memberi penegasan bahwa perempuan berhak menggunakan bahasa apa dan bagaimanapun. Dengan cara ini, stereotip terkotak-kotaknya bahasa perempuan dan laki-laki dipatahkan. (Nenden Lilis A., pengantar)

Endorsmen
Tantangan puisi adalah pemaknaan kata yang bertenaga dan penuh dinamika. Kalender Lunar adalah tanggapan jitu Dian Hartati atas tantangan itu.
—Ahmad Tohari, Novelis.

Bahasa Dian Hartati bersih dan jernih. Ini menunjukkan bahwa bahasa sebagai media utama dalam berpuisi sudah dikuasinya. Penguasaan yang baik membuat Dian leluasa menggarap tema apapun. Dan yang paling menarik, semua tema diungkapkan dengan intensitas yang sama terjaganya, sehingga mampu memantulkan nilai-nilai puitik yang mencerahkan.
—Acep Zamzam Noor, Penyair.

Dapatkan Kalender Lunar di toko buku atau hubungi kalenderlunar@yahoo.com.

Ulasan Kalender Lunar

Puisi sebagai Pernyataan Merdeka

Kalender Lunar Dian

Proses Penerbitan Kalender Lunar

Setahun Lebih Setelah Kalender Lunar Terbit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s